Di bulan suci ramadhan ini, umumnya sekolah-sekolah formal mengurangi jam belajarnya. Tapi itu tidak berlaku di lembaga pendidikan pondok pesantren, justru bertambah padat jam belajarnya. Karena para santri diwajibkan untuk mengikuti pengajian pasaran yang diselenggarakan setiap bulan suci ramadan mendatang sampe menjelang idul fitri nanti.

Pasalnya pengajian pasaran selama di bulan ramadan ini memang sudah menjadi tradisi di Pon Pes Dar Al Tauhid, yang diasuh oleh KH. Ibnu Ubaidullah Syatori.

KH. Mahsun Muhammad MA, Salah satu pengasuh PonPes Dar Al Tauhid, mengungkapkan. Bahwasanya motivasi pengajian kitab kuning di bulan suci Ramadan yang diselenggarakan ini;

  1. Menghidupkan bulan ramadhan
  2. Melestarikan tradisi Pesantren
  3. Membiasakan para santri agar mengenal metodologi pengajian asli pesantren dalam mengupas kandungan kitab kuning kosongan (tanpa makna), baik dari segi gramatika arab melalui ngaji bandongan. Yakni metode mendudukkan kalimat per kalimat sesuai dengan nahwu sharaf meliputi status/posisi, kedudukan atau mahal kalimat perkalimat.\
  4. Pengajian Bandongan, pada fungsi selanjutnya adalah membiasakan para santri mengenal makna-makna bahasa arab. Lebih banyak mereka mengikuti pengajian, maka akan lebih banyak pula kosa kata arab yang mereka kuasai.
  5. Membedah kandungan kitab yang kemudian diharapkan bisa diterapkan, dipraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari.
  6. Mengajarkan disiplin, karena mereka di pastikan akan hadir setiap hari di ruangan tertentu dan pada waktu yang sudah ditentukan.

Tambahnya Rahmatullah, (25) santri asal Indramayu, mengaku tetap antusias dalam mengikuti program pengajian pasaran di bulan suci ramadan ini, meskipun cukup menguras waktu dan tenaga. Sesempat mungkin dia harus mengikuti pengajian kitab kuning, yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Dar Al Tauhid. “bulan Ramadan ini sangat istimewa dan sangat disayangkan jika dilewatkan tanpa hal-hal yang positif. Dan momen berharga ini tidak boleh dilewatkan begitu saja”, imbuhnya.

Dan Pesantren memang menjadi pusat kajian ilmu keagamaan, sehingga digelar berbagai kegiatan yang mendukung kajian-kajian kitab guna guna meningkatkan nilai ibadah. Demikian juga yang dilakukan Pondok Pesantren Dar Al Tauhid, Arjawinangun – Cirebon ini, dalam bulan Ramadhan 1435 H/2014 H ini menggelar berbagai kajian-kajib kitab kuning.

Salah satu kitab kuning yang dikajinya adalah;

  1. Shohih Bukhori (untuk aliyah dan umum) waktunya ba’da dzuhur, ba’da ashar dan ba’da tarawih yang langsung di bacakan oleh KH. Ibnu Ubaidilah Syatori.
  2. Al Minakhussaniyah yang dibacakan oleh KH. Mahsun Muhammad (ba’da dzuhur)
  3. Al-Sittin Mas-alah yang dibacakan oleh Ustd. Asep Saefullah (ba’da ashar)
  4. Ta’lim Muta’alim yang dibacakan oleh Ustd. Asyiqin Abu Nain (ba’da tarawih) (untuk 2-3 Tsanawiyah)
  5. Durusul Fiqhiyyah yang dibacakan oleh Ustd. H. Ahmad Sahir
  6. Akhlaqul lil banin yang dibacakan oleh Ustd Ibrahim Khumaidi
  7. Akhlaqul lil banat yang dibacakan oleh Ustd Wasmin al-Jaelani (untuk santri baru).

Itulah nama-nama pengajian kitab kuning yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Dar Al Tauhid, Arjawinangun – Cirebon selama bulan puasa ramadan penuh.

Comments

comments