Persiapan pra-Khotmil Qur’an 2016

0
1825

Arjawinangun – dalam upaya mensukseskan acara yang akan di gelar di Pondok Pesantren Dar al-Tauhid Arjawinangun Cirebon seluruh panitia acara telah mempersiapkan segala sesuatunya sedini mungkin, mengingat acara tersebut akan dilaksanan 27-29 Mei, dan itu pun belum di isi oleh acara sebelumnya, yaitu dari tanggal 21-26 Mei seperti lomba-lomba, pelatihan jurnalis, seminar dan lain-lain.

Dokumentasi 2015
Dokumentasi 2015

Kesiapan panitia diantaranya membuat agenda acara yang akan  dilaksanakan dengan melakukan koordinasi secara bersamaan seperti rapat dan obrolan-obrolan diluar rapat formal kepanitiaan, karena mengingat pentingnya koordinasi diantra panitia, maka kedekatan emosional harus terbentuk didalamnya sehingga nanti pada saat pelaksanaannya tidak tejdai miss-komunikasi yang akan membuat acara terbengkalai. Seperti owner beserta staffnya dalam kepanitiaan harus stand by di Pesantren selama acara berlangsung, juga yang lebih penting adalah panitia lapangan yang harus mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam acara, seperti membuat pengumunan seperti pamflet, undangan delegasi dari beberapa instansi, dan persiapan yang menyangkut tempat.

Halangan yang kadang muncul dalam upaya mensukseskan hajat tersebut selalu di bicarakan dan diselesaikan bersama dengan koordinasi yang dilakukan secara simultan, seperti kendala kekurangan material dalam keperluan dekorasi atau pun kekuarangan biaya dalam acara tesebut, dalam kepanitiaan tersebut budaya saling lempar tanggung jawab diantara panitia, maka hal ini dapat direduksi dengan memposisikan santri yang memiliki proposisi yang tepat dalam mengemban tanggung jawab kepaitiaan tersebut, hal ini dilakukan dengan pertimbangan pertanggungjawaban ketika di lapangan.

IMG_0037Acara inti yang akan berlangsung diantaranya Haul KH. A Syathori, MUNAS HAMADA, Imtihan Madrasah Dar al-Tauhid, dan acara puncak yaitu Khotmil Qur’an dan Juz ‘amma. Mengingat acara besar tersebut akan dilaksanakan selama tiga hari maka kesiapan dari panitia menyangkut moral dan material harus melalui persiapan ekstra, karena asumsi akan banyaknya tamu, baik dari alumni dan wali santri yang hadir dari berbagi daerah yang akan memadati acara tesebut.

Dengan menjalankan roda kepanitaan sesuai dengan pos-pos mereka, maka sisi positif dari hal itu ialah adik-adik santri dapat mengikuti pembuatan material yang nanti akan dibutuhkan, seperti dalam pembuatan dekorasi panggung, baik acara pra-MUNAS atau acara inti tersebut. Juga karena hal demikian akan akan menciptakan sebuah regenerasi pada masa yang akan datang, juga dalam melatih life skill para santri sebagai bekal kehidupannya kelak. Seperti yang diktakan oleh Miftakhul Hakim bahwa “hal demikian dapat memacu kreatifitas para santri junior, dan mempererat jalinan dalam organisasi kepengurusan”. Maka hal demikian menjadi begitu penting dalam sebuah Pesantren yang akan mempersiapkan santrinya dalam menghadapi tantangan global.

Dalam kesehairannya yang selalu di padati dengan aktifitas dalam menimba ilmu (agama khususnya), maka momen seperti ini adalah momen yang tepat untuk mengasah bakat dan kreatifitas mereka. Semoga acara demi acara dapat berjalan sesuai yang di harapkan oleh seluruh jajaran kepanitiaan. Amin.

Comments

comments