Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Kepengurusan Pon-Pes Dar Al Tauhid Tahun 2015-2016

Oleh : Muhammad Hamdan

0
2861

Dar al-Tauhid, Arjawinangun. Pengurus Pondok Pesantren Dar Al Tauhid melaporkan pertanggung jawaban hasil kinerja kepengurusan selama tahun 2015 sampai 2016 kepada pengasuh, acara laporan ini dilaksanakan pada hari Sabtu malam Minggu, tanggal 2 April 2016. Karena segala apa yang kita lakukan harus ada pertanggung jawabannya. Acara dilaksanakan di Blong Center, dihadiri oleh semua pengurus dan pengasuh pondok pesantren yakni KH. Ar. Ibnu Ubaidillah Syathori dan Ny. Hj. Fuaidiyyah.
Acara dipimpin oleh Kang Nur Umar selaku pembawa acara, ia membacakan susunan acara sebagai berikut: (1) Pembukaan, (2) Acara inti yakni Laporan Pertanggung Jawaban, (3) Mauidzoh hasanah oleh pengasuh sekaligus pembubaran kepengurusan, dan terakhir (4) penutup. Acara dibuka dengan pembacaan Surat Al-Fatihah.
Acara kedua yakni acara inti, Laporan Pertanggung Jawaban. Pada hal ini, laporan dimulai oleh kepala pondok, dewan harian dan setiap koordinator masing-masing seksi. Setiap laporan terdiri dari hasil kinerja, kendala dan saran untuk tahun berikutnya.
1. Kepala Pondok Pesantren Dar Al Tauhid Putra
Ustadz Majdudin Nurul Huda selaku Kepala Pondok bagian putra mengucapkan terima kasih kepada semua pengurus atas khidmahnya selama satu tahun. Kemudian melaporkan kinerja selama satu tahun dengan tiga poin besar, yakni periodisasi masa bakti, memimpin organisasi pengurus, dan melakukan koordinasi dengan lembaga lainnya yang masih bernaung satu yayasan Dar Al Tauhid seperti Madrasah Aliyah Nusantara dan SMP Plus Dar Al Tauhid. Koordinasi dilakukan untuk mengatasi kemalasan santri di sekolah dan membangun birokrasi. Dalam hal ini kepala pondok melaporkan kendala-kendala yang terjadi selama satu tahun. Kendala itu adalah hilangnya data pada sekretaris karena terjadi pergantian sekretaris di bulan Desember 2015. Ustadz Majdudin juga memberitahukan telah terjadi reshufle kepengurusan.
2. Kepala Pondok Pesantren Dar Al Tauhid Putri
Laporan disampaikan langsung oleh kepala pondok bagian putri, yakni Mba Alfa Sanah. Kinerja selama satu tahun tidak jauh beda dengan kepala pondok putra.
3. Sekretaris Putra
Laporan disampaikan oleh Kang Slamet, ia diangkat menjadi sekretaris pada tanggal 8 Januari 2016 menggantikan Kang Masudi. Ia melaporkan tugas pokok sekretaris yaitu perencanaan administrasi dan menjadi notule di setiap rapat.
4. Sekretaris Putri
Sekretaris putri, Mba Siti Uswatun Hasanah melaporkan kinerja yang sama dengan sekretaris putra. Kendala yang ada ialah tidak adanya komputer sebagai fasilitas untuk menulis surat.
Setelah laporan dari dewan harian selesai, sebelum berlanjut ke laporan masing-masing seksi. Pengasuh Pondok Pesantren Dar Al Tauhid, KH. Ar. Ibnu Ubaidillah Syathori memberikan arahan tentang Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ). Beliau menyampaikan bahwa LPJ ialah “kinerja apa yang telah dikerjakan selama satu tahun dalam bentuk real (aksi).” Selain itu LPJ juga bertujuan untuk melaporkan kendala dan mencari solusinya. Dan semua itu harus diarsipkan, yang nantinya arsip itu dapat dimanfaatkan oleh kepengurusan yang baru sebagai bahan rujukan. Dalam LPJ yang diarsipkan itu juga harus mencantumkan program-program yang belum dilakukan.
Setelah pengarahan dari pengasuh, acara dilanjutkan ke laporan dari masing-masing seksi.

5. Seksi Jami’yyah Putra
Koordinator seksi jam’iyyah, Kang Subuki Ali Yasin membuka laporannya dengan menyebutkan program-program jam’iyyah, yaitu sholat berjama’ah, hapalan juz ‘amma, ngaji al-qur’an, ziaroh kubur, tahlilan dan yasinan, marhabanan dan peringatan hari besar islam (PHBI). Kang Subuki juga memaparkan kendala-kendala yang dialami, yaitu masalah pembagian pengajian, pembagian jadwal untuk imam sholat dan imam tahlil, izin ngaji, kurang tempat dan susahnya melaksanakan ta’ziran.
6. Seksi Jam’iyyah Putri
Program untuk jam’iyyah putri sama persis dengan putra, bedanya hanya tidak adanya ziaroh kubur. Mba Rohmah Sa’adah selaku koordinator memaparkan ada dua kendala yang mereka alami, yaitu sulitnya pengoprekan dan badal yasinan dan tahlil.
7. Seksi Keamanan Putra
Laporan dari seksi keamanan di sampaikan oleh Kang M. Isma’il Marzuki. Ia melaporka program-program yang belum terlaksana, yaitu pemasangan kawat, penitipan uang, dan ia mengeluhkan kesadaran santri untuk izin sangatlah kurang.
8. Seksi Keamanan Putri
Keamanan putri juga masih mempunyai program yang belum terlaksana, Mba Ayu Lestari selaku koordinator memaparkan rencana programa tersebut, yaitu jadwal bestel, perpindahan kamar dan pemasangan gembok.
9. Seksi Sarana Prasarana Putra
Kang Nurkholis Madjid selaku koordinator menyampaikan permasalahan tentang adanya saluran air yang masih bolong dan sementara ditutupi oleh bancik, selain sarana prasana merasa perlu diadakan alat untuk pengangkatan bak kontrol. Kang Kholis juga mengusulkan tentang perlengkapan administrasi.
10. Seksi Sarana Prasarana Putri
Mba Fadhilan Ramadanti selaku koordinator seksi sarana prasaran juga menyampaikan hala yang sama dengan korrdinator sarana prasarana putri.
11. Seksi Kebersihan Putra
Koordinator kebersihan, Kang Syahrohaeli menyampaikan kendala yang ada, yaitu masalah jemuran dan selokan wc. Kebersihan juga mengusulkan supaya diadakan programan go green.
12. Seksi Kebersihan Putri
Koordinator kebersihan putri, Mba Tri Septianisa menyampaikan hal yang sama dengan keberihan putra, dan ia juga mempunyai usulan sama tentang program go green.
Mauidzoh Hasanah
Setelah dewan harian dan koordinator dari masing-masing seksi selesai menyampaikan laporannya. Acara berlanjut ke Mauidzoh Hasanah dan sekaligus pembubaran kepengurusan. Pengasuh Pondok Pesantren Dar Al Tauhid, KH. Ar. Ibnu Ubaidillah Syathori mengawali mauidzoh hasanahnya dengan mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pengurus atas kinerjanya selama satu tahun. juga dalam wejangan-wejangannya pengasuh mengingatkan untuk para pengurus untuk tidak bosan dalam mengurusi santri-santri yang dalam hal ini membangun kesadaran untuk menaati peraturan yang telah dibuat oleh pesantren, walau dalam perjalanannya menemukan hambatan yang bertolak pada tiga titik kekurangan dalam diri pengurus sendiri seperti keterbatasan personalia, waktu, dan sinergitas antar pengurus sendiri.
Dalam usaha meminimalisir kecenderungan santri dalam melanggar aturan yang telah ditetapkan oleh pesantren seperti pelanggaran-pelanggaran yang selama ini di lakukan, dan dalam hal ini divisi keamanan mendapat sorotan penuh karena bertanggung jawab atas ketertiban pesantren. Dengan upaya sosialisasi atas peraturan yang dibuat dan realisasikan dalam kegiatan yang melibatkan para santri dan apa yang ditetapkan dalam hukuman ta’zir dapat memberikan efek jera pada pelakunya, dan secara simultan menumbuhkan kesadaran dalam diri bagi setiap santri pada umumnya.
Demikian acara laporan pertanggungjawaban kinerja kepengurusan pondok pesantren Dar al-Tauhid selama periode 2015-2016 M/1436-1437 H, semoga apa yang dilakukan dan agenda-agenda tersebut dapat menjadi titik pijakan pada tahun yang akan datang, juga memberikan nilai positif terhadap para pengurus ke depannya. Amin.

Comments

comments