The Story of Nahwu (Edisi II)

Oleh Kelas II Ts A

0
1412

لماذ سمي بعلم النحو؟

Kenapa dinamakan ilmu nahwu?

Dul Kipli sedang menikmati hangatnya secangkir kopi Good Day (gawe dewek), ia nikmati dengan duduk santai di depan CAFE TAROM ditemani hujan deras. Tiba-tiba Dul Kenyot datang dengan membawa gorengan Ma’e serta tepak makan.

Dul Kenyot     : “Mau ngga nih?” (sambil menyodorkan gorengan yang ada ditangannya

kepada Dul Kipli)

Dul Kipli         : “Mau dong”.

Dul Kenyot     : “Oh ya, gimana ceritanya?”

Dul Kipli         : “Cerita yang kemarin itu yah?”

Dul Kenyot     : “Iya” (kemudian duduk di samping Dul Kipli)

Dul Kipli         : “Jadi gini..”

“setelah beberapa hari sesudah Abu Aswad membeli lembaran, tertulislah

اقسام الكلام ثلاثة: اسم وفعل وحرف جاء لمعنى dan susunan kalimat dari BAB  TA’AJUB.

Sayyidina Ali  : “buatlah yang semisal ini هذا نحو.  “amatilah wahai Abu Aswad dan tambahkanlah dalam ilmu itu dari kejadian-kejadian yang kamu alami. Dan ketahuilah wahai Abu Aswad sesungguhnya perkara itu ada tiga, yaitu dzohir (nampak), mudhmar (tersimpan), dan sesuatu yang bukan dzohir dan mudhmar (samar). Dan bahwasannya manusia itu berlomba-lomba dalam mengetahui sesuatu yang samar”.

Abu Aswad melaksanakan apa yang diperintahkan Sayyidina Ali. Karena peristiwa ( perintah menulis Hadza Nahwu) itu ilmu fan (tata bahasa) tersebut dinamakan dengan ilmu NAHWU

Abu Aswad    : “Wahai amirul mukminin, aku telah mengumpulkan di dalam lembaran ini,  sesuatu tersebut”.

Kemudian Abu Aswad pun memperlihatkannya kepada Sayyidina Ali. Adapun yang diperlihatkannya huruf-huruf nashob yaitu : لعلّ, ليت, كاءنّ, انّ, اِنّ dan tidak mencantumkan huruf لكنّ.

Sayyidina Ali  : “Apakah tidak ada yang tertinggal dari huruf nashob tersebut?”

Abu Aswad     : “Hanya huruf-huruf tersebut yang terpikirkan olehku”.

Sayyidina Ali  : “ بل itu termasuk dari sebagian dari beberapa huruf nasob, maka tambahkanlah !.

Kemudian Abu Aswad mendengar seorang lelaki yang membaca انّ الله بريئ من المشركين ورسولِهِ

(dengan dibaca jer pada lafadz رسوله) dan bacaan tersebut salah dan bacaan yang benar adalah dengan dibaca nasobya lafadz رَسُوْلَهُ dan yang benar adalah انّ الله بريئ من المشركين ورسولَه

santri-copy

Dul Kipli mengakhiri ceritanya.

Dul Kipli         : “Dari kejadian tersebut, muncullah bab عطف dan Bab نعت.

Ceritanya sampai sini saja, kalau penasaran cari saja dikitabnya”

Dul Kenyot     : “Terima kasih pli”

Tak lama kemudian datanglah Bajor dengan membawa nasi beserta ONTA (oncom tahu), Dul Kenyot pun mengambil jatah makannya dan makan bersama Dul Kipli.

Referensi :

شرح مختصرجداعلى متن الاجرمية

Dari kelas II Tsanawiyah A (Laki-laki)

والله أعلم

 

Comments

comments