Seorang muslim yang mengikrarkan syahadat berarti telah yakin bahwa Nabi Muhammad SAW maka, tentu saja dia harus mengetahui kewajibannya terhadap Rasulullah SAW. Kewajiban-kewajiban itu antara lain:

Beriman kepada Beliau
Iman kepada para Rasul merupakan salah satu rukun iman yang harus diyakini oleh setiap muslim. Allah Swt berfirman:

Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk. (QS. 7:158)

Termasuk iman kepada Rasulullah SAW. adalah membenarkan dengan tanpa keraguan bahwa risalah dan kenabiannya adalah haq dari Allah SWT, dan mengamalkan segala tuntutannya. Membenarkan semua ajaran yang beliau bawa, dan yakin bahwa semua berita dari Allah yang beliau sampaikan adalah benar. Allah SWT berfirman:

Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. (QS. an-Nisaa:136)
 

Mencintai Rasul

Beliau bersabda,
“Tidak beriman salah seorang di antara kalian sehingga aku lebih dia cintai daripada bapaknya, anaknya dan seluruh manusia.” (HR. al-Bukhari).

Tatkala mendengar ini, Umar ra. berkata kepada Rasulullah SAW. “Sungguh engkau lebih aku cintai dibanding segala sesuatu kecuali diriku.” Maka Nabi SAW. bersabda, “Tidak demikian, demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sehingga aku lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri.” Maka Umar berkata, “Demi Allah sesungguhnya engkau sekarang lebih aku cintai daripada diriku sendiri.” Maka Nabi SAW. menjawab, ” Sekarang hai Umar,(telah sempurna imanmu).”

Patuh

Taat kepada Rasulullah SAW. merupakan salah satu kewajiban seorang muslim, sebagaimana disebutkan di dalam al-Qur’an, yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, ta’atlah kepada Allah dan ta’atlah kepada rasul dan janganlah kamu merusakkan (pahala) amal-amalmu” (QS. 47:33).

Dalam ayat yang lain disebutkan:

“Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling daripada-Nya, sedang kamu mendengar (perintah-perintahnya). (QS. 8:20)

Rasulullah SAW. juga telah bersabda, bahwa taat kepada beliau merupakan sebab seseorang masuk surga. Orang yang taat kepada Rasulullah SAW. pada hakikatnya taat kepada Allah.

Ittiba’ (Mengikuti)

Allah SWT. memberitahukan bahwa ittiba’ kepada Rasulullah SAW. merupakan bukti cinta seorang muslim kepada Allah SWT. Dia berfirman, yang artinya, “Katakanlah, “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 3:31)

Meneladani Sikap

Allah memerintahkan Nabi Muhammad SAW. untuk meneladani para nabi dan rasul sebelum beliau. Dan kita diperintahkan untuk meneladani Rasulullah SAW., sebagimana firman Allah SWT.

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. 33:21)

Memuliakan dan Menghormati

Wajib bagi setiap muslim untuk memuliakan dan menghormati Rasulullah SAW. sesuai kedudukannya, dengan catatan tidak mengangkatnya hingga sampai derajat ketuhanan. Mengagungkan beliau adalah mengagungkan segala sesuatu yang terkait dengan beliau, seperti nama beliau, hadits, sunnah, syari’at, keluarga dan juga para sahabat beliau.

Termasuk memuliakan Nabi SAW. adalah tidak lancang terhadap beliau dan tidak mengeraskan suara di hadapan beliau. Allah SWT. berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu lebih dari suara Nabi, dan janganlah kamu berkata padanya dengan suara keras sebagai mana kerasnya (suara) sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu sedangkan kamu tidak menyadari. (QS. al-Hujurat:1-2).

Di dalam ayat di atas Allah SWT. melarang kita mengeraskan suara di hadapan Nabi SAW. bahkan harus merendahkan suara dalam berbicara, dengan penuh adab, lembut, hormat dan pengagungan. Orang yang tidak perhatian terhadap hal ini dikhawatirkan amalnya akan gugur tanpa dia sadari. Ini dikarenakan Nabi SAW. adalah lain daripada yang lain, tidak seperti lazimnya manusia.

Para ulama mengatakan bahwa mengeraskan suara di sisi kubur Rasulullah SAW. adalah dibenci, sebagaimana hal itu dilarang ketika beliau masih hidup, sebab beliau itu terhormat ketika hidup dan mati.

Rindu Nasihat Rasul

Nasihat secara bahasa artinya menghendaki kebaikan, sehingga ketika seorang muslim menasehati saudaranya berarti dia ingin agar saudaranya itu menjadi baik.

Adapun nasehat Rasulullah SAW. ketika beliau masih hidup adalah dengan mengerahkan segala upaya untuk taat kepada beliau, menolong dan membantu beliau, membelanjakan harta jika beliau memerintahkan dan berlomba-lomba mencintai beliau. Dan setelah beliau meninggal dengan cara berusaha mempelajari sunnah, akhlaq dan adab beliau. Mengagungkan perintah-perintah beliau dan konsisten dalam menjalankannya. Membenci dan marah kepada orang-orang yang menyelisihi sunnah beliau, mencintai orang yang ada ikatan kekerabatan, perbesanan, pertalian hijrah, dan persahabatan dengan beliau, setia kepada beliau dan memusuhi orang yang memusuhi beliau.

Mencintai Ahli Bait dan Shahabat Beliau

Mencintai Ahli Bait dan Shahabat Nabi SAW. merupakan bagian dari cinta kepada Nabi SAW. dan merupakan cinta yang wajib. Maka barang siapa yang membenci ahli bait atau shahabat beliau yang telah diridhai Allah SWT. maka berarti telah membenci Nabi SAW. karena cinta kepada beliau berkaitan erat dengan cinta kepada mereka.

Nabi SAW. bersabda mengenai paman beliau al-Abbas radhiyallahu anhu yang merupakan salah seorang ahli bait beliau, “Barang siapa menyakiti pamanku, maka dia telah menyakitiku.” Dan tentang Aisyah Ummul Mukminin radhiyallahu anha beliau bersabda, “Janganlah kalian menyakitiku dalam hal Aisyah.”

Tentang para shahabat, maka beliau bersabda,
“Janganlah kalian mencaci-maki shahabatku, seandainya salah seorang dari kalian menginfakkan emas sebesar gunung Uhud, maka tidak akan sampai kepada (derajat) mereka, bahkan meski hanya setengahnya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Bershalawat Kepadanya

Allah SWT. memerintahkan orang- orang mukmin untuk bershalawat kepada Nabi SAW. dalam firman-Nya:

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. 33:56)

Bershalawat kepada Nabi SAW. merupakan kewajiban setiap mukmin, yaitu dengan mengucapkan shalawat dan salam sekaligus, tidak shalawat (shallallahu ‘alaihi) saja atau hanya salam saja (‘alaihis salam), namun shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Demikianlah yang diperintahkan Allah SWT. kepada kita sesuai ayat di atas. Bershalawat kepada Nabi SAW. memiliki keutamaan yang besar dan amat banyak sebagaimana disebutkan dalam banyak hadits shahih.[]

 Penulis: KH. Mahsun Muhammad

Comments

comments