Di Kursi Pesaktian

Oleh : Ahmad Nasrullah

0
297

Kusam lusuh wajah

Keputusan yang tersirat tergelora

Melangkahkan kaki

Beranak-pinak cara dicoba

Kesudut yang tak ada henti

 

Tak hirau walau kusamnya kerah

Walau batuk menyendat telak

Walau berseliwer rambut putih oleh angin bernada cacing orasi

Tak peduli !

 

Di langkahkan kaki, lagi

Menahan nyeri

Terus mencari

Demi menempati

 

Sedang di sudut hijau

Dari kursi pesaktian

Terlihat indah intrik bersemi

Aku merennungkan yang terjadi

 

O, pentinggi negri

Sampai kapan jenisku di adili hokum tak adil?

Tak lihatkah temarampun berganti terang

 

O, tuan yang baik hati

Sampai kapan terus bersembunyi

Tak malukah mengenang ibu pertiwi

 

Walau tertatih

Aku kembali berdiri

Dalam jeruji besi

Meraba yang terjadi

“Hedonisme kah ini?

Atau aku memasuki kawasan dergotori?

Ataukah karena dihilangkannya eka prasetia pancakarsa?”

 

Duh, sandal itu…

Pisang itu…

Kayu itu…

Ah, duhai koruptor, terima kasih

Kini aku sadar

Ahmad Nasrullah

Adalah alumni pon-pes Dar al-Tauhid dan saat ini sedang menimba ilmu di Lirboyo

Comments

comments

BAGIKAN
Berita sebelumyaRaisa dan Pemburu Ta’jil Gratis