Di Kursi Pesaktian

Oleh : Ahmad Nasrullah

0
559

Kusam lusuh wajah
Keputusan yang tersirat tergelora
Melangkahkan kaki
Beranak-pinak cara dicoba
Kesudut yang tak ada henti

Tak hirau walau kusamnya kerah
Walau batuk menyendat telak
Walau berseliwer rambut putih oleh angin bernada cacing orasi
Tak peduli !

Di langkahkan kaki, lagi
Menahan nyeri
Terus mencari
Demi menempati

Sedang di sudut hijau
Dari kursi pesaktian
Terlihat indah intrik bersemi
Aku merennungkan yang terjadi

O, pentinggi negri
Sampai kapan jenisku di adili hokum tak adil?
Tak lihatkah temarampun berganti terang

O, tuan yang baik hati
Sampai kapan terus bersembunyi
Tak malukah mengenang ibu pertiwi

Walau tertatih
Aku kembali berdiri
Dalam jeruji besi
Meraba yang terjadi
“Hedonisme kah ini?
Atau aku memasuki kawasan dergotori?
Ataukah karena dihilangkannya eka prasetia pancakarsa?”

Duh, sandal itu…
Pisang itu…
Kayu itu…
Ah, duhai koruptor, terima kasih

Kini aku sadar

Ahmad Nasrullah

Adalah alumni pon-pes Dar al-Tauhid dan saat ini sedang menimba ilmu di Lirboyo

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here