Dalam buku berdagang dengan Allah, penulis sampaikan bahwa semua bentuk ibadah yang kita lakukan merupakan sebuah transaksi jual beli (tijarah) dengan Allah. Ilustrasi transaksi ini dinyatakan Allah swt. dalam firman-Nya :

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ. تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُون. يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu transaksi jual beli yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar. (QS. Ash-shaf: 10-12)

Dalam surat lain dikatakan :

إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. (QS. At-Taubah: 111)

Dalam transaksi jual beli berlaku istilah “Ada barang ada harga”. Artinya barang yang berkwalitas akan punya harga mahal, sedangkan barang yang berkwalitas rendah akan murah. Sepasang sepatu yang terbuat dari kulit tentu akan lebih mahal dari sepatu yang terbuat dari kalep.

Demikian juga yang terjadi ketika kita bertransaksi dengan Allah. Shalat yang dilakukan dengan berjama’ah tentu akan lebih besar pahalanya dari pada shalat sendirian. Shalat dengan hati khusyu’ tentu akan lebih berkwalitas dari pada shalat yang hanya sekedar gerakan gerakan lahir.

Maka tentu saja jika amal kita ingin dibeli mahal oleh Allah, kita mesti harus meningkatkan mutu kwalitas ibadah kita,d an kwalitas itu ada dalam khusyu’.[]

Penulis: KH. Mahsun Muhammad

Comments

comments